Agar dapat mendapatkan ketenangan, maka pikiran dan batin harus dikondisikan untuk bisa menjadi tenang. Caranya dimulai dengan mengasah ketajaman pikiran, agar pikiran dapat diarahkan untuk mengamati objek yang muncul dalam pikiran itu sendiri, namun tidak diteruskan dengan interaksi pada objek pikiran tersebut. Itulah yang menjadi bagian dari latihan dasat meditasi dan yoga.

Kedengarannya agak rumit ya? Namun sebenarnya cukup sederhana. Hanya saja memang dibutuhkan latihan dan kesabaran. Karena dalam prosesnya, sebelum kita berada dalam ketenangan tersebut, objek-objek pikiran akan terus menerus muncul dan tenggelam. Sampai akhirnya intensitas kemunculannya menjadi berkuran, dan menjadi lebih tenang.

Contoh mengamati objek pikiran tanpa berinteraksi dengan objek tersebut misalnya seperti ini: Ketika kita duduk diam, pikiran mulai aktif kesana dan kemari, kemudian muncul sebuah pikiran “ahh, sebaiknya aku nanti beli makan di warteg depan rumah saja biar lebih gampang, tidak perlu beli makan di tempat yang jauh.” ~ ini adalah salah satu objek konten pikiran yang muncul. Apabila kita menyadari objek pikiran ini sebagai objek, maka kita kita akan meneruskan konten tersebut. Namun ketika fokus belum terasah, maka dengan tidak sadar kita akan berinteraksi dengan objek pikiran tersebut.

Misalnya, objek pikiran: “ahh, sebaiknya aku nanti beli makan di warteg depan rumah saja biar lebih gampang, tidak perlu beli makan di tempat yang jauh.” ~ kemudian ditambahkan konfirmasi (sebagai interaksi dengan objek pikiran) “ya, lagipula masakannya pun enak dan tidak terlalu pedas.” ~ “tapi aku pengen makan ayam, dan di warteg itu jarang masak ayam.” ~ “ahh, apa beli KFC aja ya?” ~ “bla bla bla”. Dan tanpa disadari, kita berkutat dengan proses pikiran tersebut selama 20 menit.

Begitulah yang biasanya terjadi pada para pemula meditas. Dan hal tersebut sangatlah lumrah dan biasa. Karena sudah alamiahnya pikiran kita ini sangat aktif. Namun yang harus kita latih adalah agar kita tidak berkutat pada objek pikiran secara berlarut-larut. Bahaya-nya ketika seseorang tidak dapat lepas dari datu objek konten pikiran, dan selalu berada pada konten yang sama dalam waktu yang panjang, kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya stress dan depresi.

Untuk pertanyaan dan konsultasi lebih lanjut, silahkan email ke awakeningbali@gmail.com

Published by viawijaya

What is the meaning of life if each of the experience is just shallow experience? ~ Only if we can see the truth in the nature of our human life, thus we will understand the meaning of life ~ This is the purpose of our practice. This blog is dedicated for readers who what to improve themselves in their personal journey to find freedom and happiness.

One reply on “Cara Meraih Ketenangan”

Comments are closed.

%d bloggers like this: